ClickBlog.org SITUS BERITA BLOGER CEWEK RAMADITYA/TUNA NETRA CANGGIH epaper TUTORIAL BLOGER NEWS Buku Sekolah Elektronik CCTV JAKARTA JURAGAN PULSA BURSA KERJA PEMKOT SEMARANG Martin Dougiamas Moodle E-Learning Download music Tabloid keluarga BISNIS ONLINE TERMURAH Make Money With PerformancingAds

Monday, 21 January 2008

10 KEBIASAAN YANG BISA MERUSAK OTAK

10 kebiasaan yang dapat merusak otak
edited by dr. Martin Leman, DTM&H

Tidak Sarapan Pagi

Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan
pagi
memiliki kadar gula darah
yang rendah, yang akibatnya suplai
nutrisi ke otak
menjadi kurang.

Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi yang
kadar
lemaknya tinggi, dapat
berakibat mengerasnya pembuluh darah
otak
karena penimbunan lemak
pada
dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya
kemampuan kerja otak akan
menurun.

Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan
mengakibatkan
penyusutan otak
secara
cepat, serta dapat mengakibatkan
penyakit
Alzheimer.

Mengkonsumsi gula terlalu banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan
menyebabkan terganggunya
penyerapan protein dan nutrisi,
sehingga terjadi
ketidakseimbangan
gizi
yang akan mengganggu perkembangan otak

Polusi Udara
Otak adalah konsumen oksigen terbesar
dalam
tubuh manusia. Menghirup
udara yang berpolusi menurunkan suplai
oksigen
ke otak sehingga dapat
menurunkan efisiensi otak.

Kurang Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat
beristirahat
dan memulihkan
kemampuannya. Kekurangan tidur dalam
jangka
waktu lama akan
mempercepat
kerusakan sel-sel otak.

Menutup kepala saat tidur
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala
meningkatkan konsentrasi zat
karbondioksida dan menurunkan
konsentrasi
oksigen yang dapat
menimbulkan
efek kerusakan pada otak.

Menggunakan pikiran saat sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan
untuk
menggunakan pikiran kita
saat sedang sakit dapat menyebabkan
berkurangnya efektifitas otak
serta
dapat merusak otak.

Kurang menstimulasi pikiran
Berpikir adalah cara yang paling tepat
untuk
melatih otak kita.
Kurangnya stimulasi pada otak dapat
menyebabkan
mengkerutnya otak
kita.

Jarang Berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah
satu sarana
memacu kemampuan
kerja
otak. Berkomunikasi secara intelektual
dapat
memicu efisiensi otak.
Jarangnya berkomunikasi akan
menyebabkan
kemampuan intelektual otak
jadi
kurang terlatih.




____________________________________________________________________________________ Read More..

Saturday, 29 December 2007

AKHIR TAHUN 2007

MET AKHIR TAHUN 2007
MET TAHUN BARU 2008

Banjir banjir di mana2 pertanda apa di tahun 2008

THE SHOW MUST GO ON

bagaimanapun pahitnya hidup harus dijalani
akan lari kemana lagi bego

WHAT EVER WILL BE WILL BE

THIS IS THE REAL LIFE
THIS IS NOT FANTASY
NO ESCAPE FROM REALITY Read More..

Saturday, 15 December 2007

A great love

. Setelah makan, aku ke internet buat ngerjain kerjaan kantorku. Tulis soal ujian buat mahasiswa. .Aku di internet sambil nunggu nyut-nyut beli karcis KATaksaka di stasiun Tugu untuk aku pulang bersama orangyang akan jaga ibuku. doakan mudah-mudahan dia cocokuntuk ibuku. susah cari orang yang pas di hati bukan?

Kejadian itu buat aku amazing dalam hidupku, karena setelah lama aku ga mengalaminya. Saat itu sebenarnya akupun grogi. sangat grogi. rasanya seperti sesuatu yang baru. setelah lebih dari 7 tahun itu kualami lagi. rasanya aku ga ingin melepaskannya lagi. aku ingin mengalaminya lagi dan lagi. tapi ya itu apa mungkin. kadang aku suka berpikir apa emang begitu ya jalan hidupku. ada bagian yang indah yang tidak bisa kudapatkan.
kalo aku ingat itu, hatiku terasa sakit sekali. aku sering mengutuk dariku sendiri...... aku belum punya joke lagi. .sekali lagi makasih ya untuk semuanya. walau sebentar tapi itu sudah mengembalikan sebagian yang selama ini hilang dalam hidupku. Read More..

KEKASIH GELAPKU







Ku mencintaimu
Lebih dari apapun
Meskipun ata ada satu orangpun yang tau
Ku mencintaimu
Se dalam dalam hatiku
Meskipun engkau hanya kekasih gelapku
Yakinlah bahwa
Engkau adalah cintaku
Yang kucari selama ini dalam hidupku
Dan hanya padamu kuberikan
Sisa cintaku yang panjang dalam hidupku







Read More..

NAMA2 JEPANG INDONESIANO

daripada sepii..
Nama-Nama Orang Jepang dan Jenis Pekerjaannya

Kuraba anumu -> (isi sendiri he he)
Kuraba Sakumu -> Pencopet.
Sayabisa Urusi -> Calo.
Nikita Sukanari -> Penari di tempat hiburan.
Samakami Sampepagi -> Wanita di Club Malam.
Takasi Kamucoba -> Sales door to door.
Kosewa Rumaku -> Pemilik rumah kontrakan.
Kitakasi Murasaja -> Seorang pemilik toko.
Minumi Kabeh -> Seorang pemabuk.
Nanako Kasisamakita -> Menerima pakaian bekas.
Yukasi Kitaterima -> Kasir.
Akusuka Takuti -> Preman.
Mukamu Sayabedaki -> Pekerja salon.
Sini Takupotongi -> Tukang pangkas.
Ayodiri Satusatu -> Pemimpin baris-berbaris.
Takada Gaji -> Pengangguran.
Aigaya Sanasini -> Fotomodel.
Akubuka Kamumasuki -> Penjaga pintu gerbang.
Sukabawa Sayuri -> Tukang sayur.
Tyada Ruma -> Gelandangan.
Yukira Kitaawasi -> Pengawas Pajak.
Kanji Kitakasi -> Tukang jual tepung.
Maunya Chiumi -> Parfum tester.
Kusabuni Itunoda -> Tukang cuci.
Satemura Oke -> Tukang sate.
Disini Adaguchi -> Penjual keramik.
Masimuda Masutipi -> Artis cilik.
(oy) Read More..

EWES EWES BABLAS NYAWANE...HE ...HE


IKUT BERDUKA CITA MAS H. AGUS BASUKI


SELAMAT JALAN

Read More..

BINA RANGKA


Read More..

DAKWAH KYAI JARKONI

Problematika kehidupan sehari-hari antara suami-isteri adalah hal yang biasa terjadi.
Hal ini terkadang karena ketidakmampuan suami-isteri atau salah seorangnya dalam mengungkapkan isi hatinya atau fikirannya; kurang bisa memahami bagaimana bermuamalah dengan kawannya. Dan diantara hal yang mesti diingat adalah kita tidak boleh marah ketika memberikan komentar atau usulan kepada isteri kita. Maka, datangnya surat dari suami yang marah kepada isterinya, bisa saja difahami lain oleh isteri karena takut dan tidak konsentrasinya ketika membaca surat tersebut. Juga, mesti bagi seorang isteri ketika akan menulis surat kepada orang lain tanpa disertai celaan, cacian terhadap kepribadian orang yang kita kirimi, apalagi jika penerimanya masih belia atau pun perempuan.
Perhatikanlah bagaimana tata krama Rabbani (yang bersumber dari Al-Qur'an dan Akhlaq Rasulullah), ketika Nabi Musa dan Nabi Harun disuruh oleh Allah ta'alaa untuk menda'wahi salah seorang tokoh pembuat kerusakan di bumi, Fir'aun. !!! Allah berfirman:
"Dan berkatalah kalian berdua (Musa dan Harun) kepada Fir'aun dengan perkataan yang lembut. Semoga dengan itu ia menjadi ingat atau pun takut kepada Allah".
Allah menyuruh dalam ayat ini agar Musa berbicara kepada Fir'aun dengan bahasa yang santun, maka bagaimana dengan isterimu, muslimah lagi, engkau kok malah bermuamalah dengannya secara kaku, temperamental, dan bahkan seperti muamalah tentara.Satu hal yang penting yang banyak dilupakan adalah bahwa seorang pelajar ketika menerima nasihat (seperti seorang isteri) tidak akan bisa mencerna nasihat-nasihat yang didengarnya secara baik jika si pemberi nasihat (seperti seorang suami) besar kepala, merasa dirinya lebih tinggi daripada isterinya. Maka, sifat tawadhu' (rendah hati bukan rendah diri) adalah sifat yang luhur yang setiap orang harus berhias dengannya, baik penerima atau pengirim nasihat.
Manusia tidak akan merasa senang dengan harta yang kalian miliki, akan tetapi mereka akan senang dengan akhlaqmu yang luhur lagi berbudi. Maka, kepada suami-isteri hendaklah selalu untuk introspeksi diri, santun dalam berkata dan berperilaku, bermuamalah dengan pasangannya secara baik, sehingga masing-masing bisa saling mengambil manfaat dari pasangannya.
Maka, cobalah untuk mempraktikkan wahai para suami ketika engkau baru pulang ke rumah, tersenyumlah ketika melihat isterimu, dan ucapkanlah salam kepadanya, tanyakan tentang keadaannya, pujilah pakaian yang ia kenakan, dan seterusnya.. Respon apa yang akan ia berikan??Dan kepada engkau saudara-saudariku, perhatikanlah beberapa hal di bawah ini yang mungkin bisa engkau praktikkan untuk meraih kebahagiaan pribadi, keluarga, masyarakat:• Perbaikilah hubungan dengan orang lain, jauhilah sifat marah, dan menasihati dengan cara mengkritiki urusan dunia mereka.• Rendah hati, dan hormatilah orang lain walaupun mereka terkadang meremehkan dirimu, sebab sifat mereka yang meremehkan dirimu tidak menghalangimu untuk selalu berlaku hormat kepada orang lain atau membuatmu menghina, menjelekkan akhlak maupun pemikiran mereka.• Berlaku imbanglah dalam memberi pujian dan motivasi orang lain, sehingga mereka bisa mengambil manfaat dari ucapanmu, maka orang lain pun akan berlaku baik kepadamu.• Jangan banyak masuk pada hal-hal yang rinci jika akan memperbesar hal yang sepele, apalagi bila menyebabkan masalah kecil menjadi besar.• Jadilah pendengar yang baik, jangan memotong pembicaraan orang lain, jangan meremehkan hal ini, sebab Allah telah menciptakan kedua telinga dan satu lisan, maka banyak-banyaklah mendengarkan daripada berbicara, dan tunjukkanlah perhatianmu terhadap apa yang engkau dengarkan, dan berbicaralah kepada orang lain sesuai tingkat kepahaman mereka.• Janganlah engkau iri dengan apa yang dimiliki orang lain, maka orang akan cinta kepadamu.• Tersenyumlah selalu kepada setiap orang, dan panggilan orang dengan nama yang baik (misalnya, Wahai Abu Muhamad: bila orang itu punya anak namanya Muhammad).• Jangan sekali-kali engkau mengatakan, "Kamu selalu berbuat salah" atau "Perkataanmu tidak benar" atau "Kamu berlebih-lebih dan dalam berbicara". Akan tetapi tunjukkanlah dengan gerakan dan gaya yang menyenangkan sehingga ia mengetahui kesalahannya sekaligus menyadari bahwa segala hal pasti memiliki solusi yang banyak.• Jauhilah sifat egois dan meremehkan pendapat orang lain• Tunjukkan keseriusan perhatianmu dan hormatilah pendapat orang lain.• Jangan memarahi isterimu, dan andaipun engkau marah maka janganlah berkepanjangan, sebab memarahi isteri akan berbekas kepada kejiwaan suami, menyebabkan ia cemas dan tidak menghargai orang lain.Terakhir, ditekankan bahwa semua hal yang dikemukakan di atas, tidak boleh diterapkan pada kondisi-kondisi tertentu, seperti mengingkari kemunkaran. Sebab, engkau tidak boleh berbasa-basi kepada seseorang yang sedang bermaksiat seperti ghibah (menggunjing), namimah (adu-domba). Juga, hal di atas tidak boleh diterapkan kepada ahli bid'ah (pembuat dan penyebar kebid'ahan), apalagi sampai mendengarkan perkataannya, menghormati pendapatnya. Akan tetapi hal-hal di atas adalah rambu-rambu umum dalam bermuamalah dengan sesama muslim sebagaimana yang diperintahkan Allah, dan bukan kepada tokoh-tokoh pembuat dan penyebar kerusakan.
Rawabiy Ibrahim Al-Mabraz Read More..

HAVE AGREAT AND FANTASTIC WEEKEND

Have a great and fantastic weekend!
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -A boss wondered why one of his most valued employees had not phoned insick one day. Having an urgent problem with one of the main computers, hedialed the employee's home phone number and was greeted with a child'swhisper.
" Hello ? ""Is your daddy home?" he asked." Yes ," whispered the small voice.
May I talk with him?"The child whispered,
" No ."Surprised and wanting to talk with an adult, the boss asked,
"Is yourMommy there?" " Yes ."
"May I talk with her?" Again the small voice whispered,
" No ."Hoping there was somebody with whom he could leave a message, the bossasked,
"Is anybody else there?"" Yes ," whispered the child, " a policeman .
"Wondering what a cop would be doing at his employee's home, the bossasked,
"May I speak with the policeman?"" No, he's busy ,
" whispered the child."Busy doing what?"
" Talking to Daddy and Mommy and the Fireman ," came the whispered answer.
Growing more worried as he heard a loud noise in thebackground through the earpiece on the phone, the boss asked,
"What isthat noise?"
" A helicopter " answered the whispering voice.
"What is going on there?" demanded the boss, now truly apprehensive.Again, whispering, the child answered,
" The search team just landed ahelicopter .
"Alarmed, concerned and a little frustrate! d the boss asked,
"What arethey searching for?"Still whispering, the young voice replied with a muffled giggle..." ME ."__._,_.___ (aw) Read More..

Thursday, 13 December 2007

AFASIA BROCA

AFASIA BROCA

Seorang pengemis, kakinya buntung, menengadahkan tangan di pinggir jalan, menatapku tajam dan menggumamkan kata-kata yang tak jelas di telingaku. Tanganku mengais-ngais recehan di saku tas. Belum sempat tanganku mengulurkan recehan yang kutemukan di sudut saku tas pada pengemis itu, sebuah benda berat menghantam kepalaku.
Ciuuuuuttt....dear...bummm...klek.....prakkkk!!!
Gelap... Samar-samar kulihat pengemis buntung yang kulihat tadi melambaikan-lambaikan tangan ke arahku.
Satu...Dua...Tiga...Lima....Sepuluh...Duapuluh....Seratus...!!!
Aaakh...Mengapa tiba-tiba ada banyak pengemis? Dan pengemis buntung itu tiba-tiba bisa berdiri. Tangannya menuding-nuding ke arahku, diikuti pengemis-pengemis lainnya. Mereka menghakimiku.
"Dasar pelit !!?"
"Rakus !?" kata yang lainnya.
"Apa kau tidak ingat, dalam hartamu ada hak-hak kami, kaum fakir miskin?"
"Pelit...Rakus....Pelit...Rakus!?" teriak mereka bersama-sama.
Aku juga ingin berteriak kepada mereka:
"Uang itu kuperoleh dari hasil jerih payahku sendiri, jadi jangan merasa punya hak atas hartaku".
Tapi tak satupun kata yang dapat kurangkaikan menjadi kalimat itu. ♫
Suara letupan ban bekas dibakar bergemletuk.
Kretek....Kretek...Pletak....Pletuk!!
Gegap gempita lagu jalanan menggema. Sorak sorai umpatan keluar dari mulut-mulut mahasiswa untuk para pejabat yang mereka anggap bersalah, koruptor, tak memihak rakyat dan masih banyak ungkapan lain. Gerai yel-yel sambung menyambung mengalir dari mulut-mulut mungil mereka. Kiloan meter spanduk berisi slogan-slogan yang lahirdari idealisme orang-orang yang pernah menjadi kelompok tersuci di negeri ini, katanya.
Aku larut dalam semarak arus demonstrasi yang mengingatkanku pada kejadian di tahun awal perkuliahanku, tahun 1998, tumbangnya orde baru. Aku masih ikut dalam kelompok demonstran. Seutas tali melingkupi kami, sebagai pembatas antara demonstran dan orang-orang di luar kami. Aku berjalan tegap sambil terus mengepalkan tangan dan menyanyikan lagu-lagu jalanan di sepanjang jalan yang kulewati.
Sampai di penghujung jalan, sepi hanya ada aku dan....mataku terbelalak...hah!?
Kalian, kawan-kawanku aktifis reformasi yang telah menanamkan idealisme, menghujamkan rasa nasionalisme, membenamkan semangat patriotisme, dan menjejalkan isme-isme lain dalam jiwaku. Kalian berkata dan bertindak dengan mengatasnamakan perjuangan, dan perjuangan ini belum mencapai titik kulminasi. Mengapa kalian sudah letih dan kelelahan? Menjual idealisme, nasionalisme, patriotisme demi menghilangkan haus dan lapar.
Deal-deal politik, pembagian jatah kekuasaan dan kedudukan yang kalian lakukan membuatku muak. Aku ingin mengumpat, namun tak satupun kata dapat kurangkai. ♫
Trang...Trang...Ting...Ting...Prakkk!!! Desss...Dess....Bumm!!?
Trang...Ting...Prakkk!!! Desss... Bumm!!?
Mereka, orang-orang suci saling menginjak, mengangkat senjata, adu parang, adu jotos, dan...MATI atas nama agama. Agama yang mana? Agamanya siapa? Agamanya Tuhan? Tuhan yang mana? Tuhan siapa? Tuhan selalu menjadi legitimasi pembenar. Padahal Tuhan, milik siapapun, selalu mengajarkan Cinta, Kasih sayang, Perdamaian, dan Keadilan. Ratusan bahkan ribuan nyawa menjadi tumbal arogansi dan ketakaburan kalian. Aku ingin tertawa dan mengejek, namun tak satu kata pun dapat kurangkai. ♫
Aku masih berdiri di tempatku semula, banyak orang berjalan di depanku, disampingku, dan di sekelilingku, Telanjang!!? Tak sehelai pun benang menutup tubuh kalian.
Kalian tetap berjalan tenang, berlagak tak terjadi apa-apa, biasa. Tanpa malu melenggang, melompat, berlari, tersenyum, bahkan tertawa. Uuughh....aku bingung??!
Wajah-wajah kalian sangat kukenal. Entah di mana aku mengenalnya, tapi wajah-wajah itu tak asing di memori otakku.
"Wajah-wajah itu....wajah-wajah itu...." seruku sambil menuding-nudingkan jari telunjukku ke arah wajah-wajah kalian yang berubah-ubah manusia... binatang... manusia.... binatang!?
Uuugh...aku bingung??!
Apakah ada pesta tahun baru? Atau zaman sudah tak kukenali?! ♫
Kakiku terus melangkah, berjalan menyusuri jalan setapak.
Cit..Cit..Cuit..Cuit..Cuit, Tek..Tek...Tek...Tekek, Kok..Kok..Kok, Cit..Cit..Cricit...Cricit...
Suara nyanyian alam, senandung makhluk ciptaan Tuhan, dan senyum ramah wajah-wajah syahdu nan lembut menyambutku.
Waaoouuu....Taman Firdaus mana yang kuinjak ini, pikirku. Apakah masih ada sudut negeriku yang menyisakan keindahan, kesejukan, dan kenyamanan seperti ini? Layaknya keindahan yang dipersembahkan Sulaiman dalam bangunan istana untuk Bulqis.
Hemmm...Aku mengerutkan dahi.
"Barisan angka??!!" Seruku
Angka-angka iru bermain-main, menari-nari di depan mataku, sangat dekat, seolah-olah ingin merobek kornea dan menyentuh retinanya.
Cahaya putih berinterferensi, saling berebut satu bintik kuning mata. Serombongan cahaya lain menggulung, semakin membelit, panjang tak terurai. Lorong panjang, gelap dan berkelok, menghentak-hentak kesadaranku. Dimensi waktu melemparku ke jurang terdalam, gelap dan pengap.
Aku ingin berteriak minta tolong, namun tak satupun kata dapat kurangkai. ♫
Setitik cahaya berpendar mulai mengembalikan kesadaranku.
Tut...Tut...Tut...Deg...Dug...Deg...Dug... Suara detektor jantung memekakkan rumah siput dalam gendang telingaku.
"Satu...Dua..." Ucapku.
Semua tersentak. Aku nyaris tak percaya. Ke mana kata-kata yang sudah kurangkai? Mengapa menjadi satu untuk ibu, dan dua untuk bapak?
Dengan susah payah kurangkai kembali kata dalam otakku dan kucoba mengucapkannya.
"iii....bb...., aaahhh"
"bbaa....p..., huuu....hhh!!!" Aku putus asa. Tak satupun kata dapat kurangkai.
Ibu menangis, mendekapku dan menciumi wajahku.
"Ibu dan bapak jangan terlalu panik." Kata laki-laki berjas putih, yang tak kukenali. Laki-laki itu mulai menenangkan ibu dan bapak yang terlihat sangat terpukul.
"Anak anda mengalami kerusakan otak kiri bagian depan akibat kecelakaan itu. Anak anda menderita afasia broca. Ia akan sedikit mengalami kesulitan pada bahasanya, mungkin sedikit gagu dan maaf...kelihatan agak idiot. Tetapi biasanya kemampuan matematisnya akan meledak." Lanjut laki-laki yang kuyakin seorang dokter.
"Apakah bisa disembuhkan, dokter?"
"Bisa...Anda cukup memberinya terapi dan kasih sayang."
Cahaya-cahaya berpendar, berinterferensi, saling membelit dan panjang kembali menyerangku. Struktur-struktur molekul, segitiga Phytagoras, konstanta Planck, susunan helix DNA bermain-main di depan lensa mataku.
Wusss....Wuuss...Sret...Sret...Aaaauuuu.....!!!!
Dimensi waktu dan lorong-lorong panjang kembali melemparku, entah di bumi mana?! ♫

Mita el-Rahma
Kamar Petak-Kudus, Ramadlan 1426 H Read More..

Free chat widget @ ShoutMix
visitor stats

blogger tracker
Click Here